VEGETARIAN

VEGETARIAN, judul itu tertulis jelas di sampulnya. Bayangan pertama memegang buku ini, di dalamnya akan berbicara banyak tentang pola hidup seorang Vegan. Namun, setelah membacanya justru sesuatu yang lain, lebih dari sekadar menjadi seorang Vegan yang kutemui.

Novel vegetarian memiliki tiga bagian. Bagian pertama dengan judul bab Vegetarian. Bagian kedua dengan judul bab Tanda Lahir Kebiruan. Dan bagian ketiga dengan judul bab Pohon Kembang Api. Tiap bab dalam buku ini memiliki poin utama yang ingin disampaikan oleh Han Kang. Tentu saja aku tak akan bercerita banyak tentang isi buku ini. Kalian harus membacanya, aku bisa memastikan kalian akan terpukau dengan cara bercerita Han kang dalam novel ini.

Aku hanya akan menyampaikan bahwa aku tak menyesal membaca novel ini. Bukan karena isinya sesuai ekspektasiku yang berharap akan disuguhkan dengan pengetahuan baru perihal vegetarian. Melainkan aku menemukan beberapa yang kurasa menjadi nutrisi baik untukku yang masih belia dalam dunia kepengarangan ini.

Pertama, tentu saja aku terpukau dengan pembuka novel ini. Biasanya seorang akan membuka sebuah cerita dengan sesuatu yang bombastis. Membuat pembacanya terngiang-ngiang. Tentu saja bombastis di sini maksudku adalah sesuatu yang dalam konteks kehidupan nyata, ia betul-betul digandrungi oleh semua orang. Tapi Han Kang dalam novel ini berbeda.

Sesuai dengan salah satu testimoni yang tertulis di sampulnya, bahwa novel ini dibuka dengan cara yang mengesankan. Maksudku mengesankan adalah bukan dengan kata-kata yang bombastis ataupun ungkapan-ungkapan yang penuh metafora. Melainkan dengan sebuah kondisi yang tak biasa, sebuah cara pandang tak seperti manusia pada umumnya.

Aku tak pernah menganggap istriku luar biasa sebelum dia menjadi vegetarian. Jujur, aku bahkan tak tertarik kepada dia saat kali pertama berjumpa. Tubuh pendek, potongan rambut bob yang tidak panjang atau pendek, kulit kering kekuningan, mata tanpa kelopak dengan tulang pipi menonjol, serta gaya berpakaian yang membuatnya terlihat agak aneh. Ia menghampiri meja tempatku menunggu dengan kaki beralaskan sepatu hitam paling sederhana. Langkahnya tidak cepat, tidak juga lambat; tidak kaku, tidak juga gemulai.

Membaca paragraf pembuka di atas sungguh di luar dugaan bukan? Bagi seorang yang juga menulis cerita, aku juga sangat ingin menemukan sebuah ungkapan pembuka yang mengesankan pembaca. Sebab paragraf pembuka merupakan bagian penting agar karya seorang penulis itu dibaca sampai selesai.

Kedua, Han Kang dalam novel ini mengisahkan tokoh utama dengan sangat memukau. Tokoh utama memerankan perannya dengan dikisahkan oleh orang lain. Jadi, dalam bagian pertama tooh utama dikisahkan oleh suaminya. Kemudian di bagian berikutnya tokoh utama dikisahkan oleh kakak iparnya. Dan yang terakhir tokoh utama dikisahkan oleh kakak kandungnya sendiri.

Hal tersebut tentu saja sesuatu yang menurutku menjadi pengalaman membaca yang lain. Setidaknya di sini aku bisa belajar, bahwa pentingnya menghidupkan karakter tokoh dalam sebuah kisah. Jadi Han Kang betul-betul mempertimbangkan dengan masak-masak karakter tokoh yang ada dalam novel ini. Sehingga karakter tokoh utama tak melulu menjalani perannya dalam sudut pandang orang pertama. Adakalnya ia dikisahkan oleh orang lain untuk menjadi karakter dalam sudut pandang orang ketiga.

Ketiga, tentu saja aku akan menyinggung sekilas perihal novel ini. Ternyata vegetarian sebagai judulnya adalah sebuah permulaan untuk sesuatu yang kompleks dalam novel ini. Begitulah yang pada akhirnya aku tak merasa menyesal. Sebab memang benar bahwa konflik dalam novel ini dimulai dari keputusan Yong Hye untuk menjadi vegetarian. Dan pada akhirnya kita akan tahu setelah membaca novel ini. Bahwa yang dialami oleh Yong Hye karakter tokoh utama novel ini lebih dari sekadar menjadi seorang vegan.

Meski awalnya aku membaca novel ini dikarenakan nama besar pengarangnya. Yang belakangan muncul di beranda media sosialku. Bahwa seorang Han Kang telah meraih nobel sastra tahun 2024 ini. Sekaligus menjadi Perempuan Asia pertama yang meraih penghargaan tersebut. Pada akhirnya setelah membaca novel ini, aku ingin membaca karya Han Kang yang lainnya.

Malang, 1 Desember 2024

Komentar

Postingan Populer