TENTANG SORE, DESEMBER, DAN UCAPAN TERIMA KASIH
SORE itu aku
ingin menulis tentang hikmatnya suasana sore waktu itu. Tanpa hujan, namun suasana
mendung melingkupinya. Pun dengan suasana hatiku, yang penuh gembira menimang
buku pertamaku yang berisi Kumpulan cerpen yang kurang lebih kutulis dalam
kurun waktu 2019 hingga 2022. Dan berhasil dimuat di media dalam kurun waktu
2020-2022.
Tentu saja
itu bukan perkara muda. Butuh keberanian untuk memastikan diri mengumpulkan
cerpen-cerpen itu. Tak lupa juga dengan mencari pertimbangan dari kanan-kiri.
Akhirnya cerpen-cerpen itu berhasil dihimpun dan hari itu berhasil kutimang
dengan gembira.
Sore yang
syahdu itu pun mengingatkaku tentang Desember tahun lalu. Di mana di tanggal
yang sama aku dengan sengaja mengikuti rangkaian awal untuk benar-benar menetap
di kota Malang lagi. Tanpa ragu? Tidak juga, banyak ragu namun sisi lain aku
benar-benar berniat menikmati prosesnya. Dan sampai di malam yang syahdu ini,
di tempat yang sama pula, disaksikan kopi, aku melihat sebuah pesan untuk
pulang. Apakah aku harus tetap di Malang atau pulang. Dan kenyataannya aku
lebih menghiraukan untuk merayakan Tentang Kenangan di Kota Hujan.
Dan tentang
ucapan terima kasih, tentunya kutujukan untuk siapa pun yang entah dengan
sengaja atau tanpa sengaja berlalu Lalang di sekitarku. Entah bersinggungan
langsung atau tidak semunya kupastikan sudah merupakan suratan yang tida
terelakkan. Intinya aku berterima kasih atas itu semua. Tidak spesifik memang
aku menuliskan ini kutujukan pada siapa, tapi pada intinya dengan caraku, aku
benar-benar berterima kasih.

Komentar
Posting Komentar