Tiga pesan penting
DI TENGAH usahaku membuat perencanaan, aku bertemu dengan seorang perempuan yang lain. Tanpa kuminta, perempuan itu bercerita banyak hal tentang dirinya. Aku pun tak merasa memintanya melakukan itu, ia hanya menunjukkan sebuah pandangan yang dalam, seperti mengingatkan pada dirinya di masa lalu saat melihatku. Mungkin, itu yang menyebabkan ia menceritakan segalanya padaku.
Lebih anehnya lagi, aku justru merasakan sebuah perasaan nyaman
sejak aku berlawan tatap dengannya. Lebih nyaman lagi, saat ia memulai cerita
tentang hidupnya. Ada tiga hal penting yang sengaja kucatat di halaman terakhir
buku yang sedang kubaca siang kemarin. Kebetulan aku sedang membaca buku di
sebuah kedai kopi di dekat pasar saat perempuan itu datang padaku tanpa secarik
undangan yang kukirimkan padanya.
Pertama, perempuan itu menyebutkan sebuah
pesan penting yang pernah dikatakan oleh ibunya saat ia masih kecil. Dan pesan
itu sekarang disampaikannya padaku. Sebuah pesan penting yang ia dengar saat ia
mengeluh merasa tak dianggap oleh orang lain, termasuk saudaranya sendiri.
“Jika kamu belajar dengan sungguh-sungguh, sepuluh tahun ke depan.
Kamu akan melihat kamu menjadi seperti apa, dan mereka akan seperti apa.
Orang-orang yang tak menganggapmu itu”
Perempuan itu kemudian mendekatiku, dan berbisik di telinga kananku.
Mungkin maksudnya supaya yang akan ia katakan selanjutnya itu benar-benar mampu
masuk di kedalaman hatiku lewat pendengaranku.
“Akhirnya aku tahu, bahwa pesan ibu itu benar. Bahwa aku harus
belajar sungguh-sungguh tentang banyak hal, apapun itu. Tapi akhirnya aku sadar
bahwa pesan yang paling penting adalah kesungguhan melakukan sesuatu. Tentang
tak dianggapnya diriku oleh orang lain termasuk yang masih dalam lingkaran
keluargaku, cukup aku tak melakukan hal yang sama dengannya, cukup untuk tidak
memilih-milih teman berdasarkan hanya melihat satu sisi luarnya saja, seperti
kekayaannya.”
Kedua, perempuan itu mengatakan padaku
bahwa rasa ingin tahu itu penting. Ingin tahu banyak hal akan mendorong kita
untuk selalu bergerak bertemu dengan hal-hal baru. Dari situlah kita tidak akan
pernah berhenti belajar dan berkarya. Bahkan dampak baiknya, karya yang dibuat
akan semakin memiliki makna. Sebab dari perpaduan banyak pengetahuan, pun
pengalaman, bisa dipastikan juga akan berdampak pada rasa yang dialirkan di dalamnya.
“Jangan berhenti dan puas pada satu pencapaian saja. Sebab aku
yakin sebuah pencapaian itu sebenarnya jalan baru untuk sesuatu yang baru
lagi.”
Ketiga, perempuan itu sedang mewujudkan
mimpinya dengan memberi penerangan pada jalan mimpi orang lain. Maksudnya menerangi
jalan mimpi orang lain adalah ia memberikan kesempatan pada siapa pun yang
tentunya sudah ia temui, baik wujudnya, mimpinya, juga komitmennya. Seperti yang
ia contohkan siang itu, mimpi seorang anak kuli yang ingin mengubah nasib keluarganya
sendiri agar lebih baik. Dari situ ia membantunya dengan apa yang ia miliki
sendiri untuk keinginan anak itu belajar di sebuah perguruan tinggi.
Apa yang perempuan itu lakukan juga tak lepas dari apa yang ada di
dalam hatinya. Mimpinya. Akhirnya ia tak ingin menunjukkan pada siapa-siapa
tentang dirinya untuk memunculkan anggapan bahwa ia telah sukses ataupun yang
lain. Bahkan untuk membalas rasa sakit yang pernah ia alami karena merasa tak
dianggap oleh orang lain pun tidak. Yang ia lakukan adalah untuk selalu
melakukan yang terbaik. Melakukan sesuatu yang ia sukai, tekuni, dan impikan.
“Kenapa kamu membual lagi?”
“Apanya?”
“Ini masih pagi, ceritamu yang kemarin tentang seorang perempuan,
itu masih kuingat betul. Dan sekarang kamu bertemu dengan perempuan yang lain
lagi. Apa itu benar-benar terjadi?”
“Maksudmu, kamu ragu?”
“Bukan ragu dengan ceritamu, tapi aku ragu dengan kesadaranmu. Aku
khawatir kamu sedang mabuk saja. Ha ha ha.”
“Kurang aja!”
“Jangan marah. Kamu tahu kan aku hanya bercanda. Aku hanya ingin
membuat suasana tak membosankan saja. Dan aku tahu, yang kamu ceritakan dari
kemarin adalah sesuatu yang penting yang tak semestinya kuabaikan.”
“Lalu, hanya itu saja?”
“Tentu tidak.”
“Jadi?”
“Aku ingin berterima kasih padamu.”
Komentar
Posting Komentar