DESA KABUT

 


“KABUT PAGI selalu menyelimuti Desa Kabut. Diikuti hawa dingin yang membuat sebagian orang lebih memilih tetap meringkuk di ranjang berselimut sarung. Namun sebagian yang lain justru ada yang sudah memulai aktivitasnya di sawah, kebun dan juga ladang. Kabut pagi, itulah satu-satunya yang tak berubah dari Desa Kabut. Dibandingkan dengan banyak hal lain dari Desa Kabut yang satu persatu berubah dan bahkan ada yang hilang.” Begitulah kira-kira Pak Mulyadi memulai menceritakan perihal desanya padaku.

Komentar

Postingan Populer