Berkisah Seputar Buku Teman

 Beberapa resensi pernah kutulis dan kukirimkan ke media cetak maupun daring. Ya, tujuanku waktu itu, tak lain ingin tahu sejauh mana perkembanganku belajar menulis. Selain karena merasa frustasi, cerpen-cerpen yang kutulis dan kukirim ke media-media itu tak pernah dilirik oleh redakturnya, sehingga aku mencoba menulis resensi.

Aku tak pernah berpikir, redaktur hanya memuat karya orang yang mereka kenal saja, atau memuat sesuai dengan selera suka atau tidak sukanya pada suatu karya. Melainkan mereka pasti mempertimbangkan bagus dan tidaknya suatu karya tersebut. Sehingga tiada kesimpulan paling bulat selain merasa apa yang sudah kutulis masih jauh dari yang disebut bagus. Sehingga belum layak untuk dimuat. Dan aku harus terus menulis.

Suatu hari, di terik jogja yang bagiku sangat menyengat. Aku mengikuti sebuah pelatihan menulis novel. Menariknya, dengan uang terbatas aku membeli sebuah buku yang itu karya dari salah satu pemateri di acara pelatihan menulis itu. Selain karena tak mau melewatkan momen penting untuk mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Rasanya aku juga tak mau ketinggalan dengan teman-temanku yang semuanya beli buku waktu itu. Hehe.

Benar saja, pengalaman membaca sebuah buku yang bercerita tentang Jogja itu, yang kubeli dari penulisnya langsung di Jogja, yang kutulis dan kukirimkan ke media itu dimuat. Sempat ada bukti terbitnya di sebuah koran lokal, namun aku gagal untuk menyimpannya. Dengan kata lain bukti terbit itu hilang. Aku tahu, itu sebuah monumen yang seharusnya menjadi tonggak untukku, bahwa aku bisa menulis dan dimuat di media. Meskipun begitu, di sisi lain dari kebahagiaan itu, usahaku untuk menembuskan cerpen-cerpenku ke media tetap kulakukan.

Akhirnya, kekalahanku karena tak berhasil juga menembus media dengan cerpen-cerpen karyaku, sedikit terobati. Berbagi pengalaman membacaku yang kukemas dengan meniru berbagai gaya meresensi dari banyak penulis, berhasil mencatatkan namaku di sebuah media. 

Karena itu yang dimuat pertama kali, akhirnya kucoba untuk berbagi membaca lagi dengan buku lain. Terutama buku teman-temanku. Sebab sebuah kebahagiaan tentunya jika sebuah karya itu dibaca. Termasuk aku yang sering mengirimkan banyak tulisanku pada teman-temanku untuk mendapatkan kritik dan saran sehingga tulisanku bisa bertransformasi dari tidak bagus menjadi bagus. Sehingga layak untuk dimuat. Itu sih harapannya. Hehe

Siapa tahu, mereka pun bahagia karena buku yang mereka tulis itu kubaca. Dan hasil membacaku kubagikan pada khalayak lain. Seperti aku yang juga bahagia, karena tulisanku dibaca teman-temanku.

Komentar

Postingan Populer