Aku Mau Menulis Apa?

 Laptop kubuka. Aku memakai celana favorit dengan robek di bagian lututnya. Rambut kuikat sekananya saja. Mata menatap tajam sebuah layar kosong. Dan jari-jari perlahan kugerakkan ke beberapa penjuru papan keyboard untuk menyusun sebuah kalimat. Kira-kira begitulah kondisiku pagi ini. hehe

Tiba-tiba aku berhenti. Lagi-lagi, aku berhenti. Biasanya aku berhenti setelah aku menuliskan sebuah judul sebuah cerita pendek. Memang hampir satu tahun ini aku lebih banyak menulis sebuah cerita pendek. Biasanya pula, tiba-tiba aku berhenti di paragraf pertama dan untuk melanjutkan ke paragraf selanjutnya aku kesulitan lagi. Lebih banyak aku menyerah akan hal itu. Lalu aku menulis sebuah judul baru lagi. Paragraf baru lagi. Dan cerita-cerita itu belum selesai sampai hari ini.

Ini kualami setelah cerita pendek yang kuselesaikan terakhir kali adalah sebuah cerita yang kukirimkan untuk dimasukkan dalam sebuah buku antologi bersama. Yang baru beberapa hari yang lalu kubaca hasil cetakan bukunya. Sebuah buku dengan sampul yang berwarna garang. Tentu yang pertama kubaca adalah tulisan yang kubuat itu. Dan aku puas dengan hal itu. Meskipun akhirnya aku mendapatkan satu puji juga kritik dari seorang yang tulisannya pun ada di dalam buku itu.

Dan hari ini, pagi ini, dengan tanpa kopi di sampingku. Aku ingin menyelesaikan tulisan ini. Entah, akan menjadi tulisan dalam bentuk seperti apa. Yang  jelas aku hanya ingin mulai menyelesaikan lagi sebuah tulisan yang kumulai. Di awal pun sudah kutuliskan, judul tulisan ini “Aku Mau Menulis Apa?” dan apa pun itu yang akan kutulis ini. Semoga bisa menjadi titik balik untukku bisa menyelesaikan cerita-cerita yang sudah kumulai.

Ya, sepertinya tak perlu panjang-panjang lagi. Tampaknya, tulisan ini sudah bisa dibumbuhi tanda baca titik, sebagai tanda selesai. Aku takut jika kutambahi lagi, dan jari-jari ini bergerak tanpa henti lagi, tulisan ini akan masuk dalam sebuah folder tulisan yang belum selesai lagi. Setidaknya pagi ini, aku bisa merasakan sebuah kepuasan, dan kurasa cukup. Sebab telah kuselesaikan tulisan ini. Dengan begitu, kegelisahan untuk tak menyelesaikan atau tak menulis sudah mulai terobati. Hehe

Komentar

Postingan Populer